Artikel BB.15 : Mendistribusikan produk dengan cepat dan efisien

PENETAPAN SALURAN DISTRIBUSI YANG EFISIEN TERHADAP PRODUK FLEXI PADA PT. TELKOM SOLO

Saluran distribusi adalah saluran atau alur yang digunakan oleh perusahaan untuk menyalurkan produknya kepada konsumen. Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh perusahaan akan mempengaruhi cepat dan tidaknya penyebaran produk ke tangan konsumen. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran distribusi yang efisien digunakan PT. Telkom Solo untuk menyalurkan produk flexinya. Tugas akhir ini menggunakan desain penelitian studi kasus, dengan cara mencari data yang relevan dengan produk flexi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang dinyatakan dalam bentuk angka. Data ini digunakan untuk mengetahui perbandingan volume penjualan langsung dengan volume penjualan tidak langsung. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang disediakan oleh pihak lain dan digunakan sebagai bahan dalam menganalisis permasalahan dalam sebuah penelitian. Berdasarkan penelitian didapat hasil bahwa PT. Telkom Solo dalam menyalurkan produk flexinya ke tangan konsumen menggunakan saluran distribusi langsung melalui plasa telkom, dan juga menggunakan saluran distribusi tidak langsung melalui authorized dealer dan counter. Dari perhitungan efisiensi biaya saluran distribusi dan volume penjualan masing-masing saluran distribusi, dapat diketahui efisiensi saluran distribusi langsung sebesar 1, 95% dan efisiensi saluran distribusi tidak langsung sebesar 1, 66%. Dari tingkat efisiensi masing-masing saluran distribusi tersebut, maka penggunaan saluran distribusi tidak langsung lebih efisien karena tingkat efisiensinya lebih rendah dari efisiensi saluran distribusi langsung. Kata Kunci : Distribusi, Saluran Distribusi, Efisiensi
sumber : http://digilib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=20896

DIRECTIONT : ENGLISH CLASS OF STIE PERBANAS

DIRECTION
ENGLISH CLASS OF STIE PERBANAS
BY:
KARTIKA HADIYANTI WULANSARI 2011210648
SINTA AMELIA YOLANDA 2011210669

labinggris-tika

SINTA : excusme
can you tell me where Royal Plaza is?

KARTIKA : yes of course

SINTA : how far is it to the Royal Plaza?

KARTIKA : its near from Perbanas
From Perbanas you go straight, there is traffic light and you turn left.Then, go straight until you meet the secound traffic light but you take right line. Then, you will see traffic sign, you turn right. You go straight until you meet Giant supermarket and then, when there is a traffic light, turn right. You will see the Royal Plaza.

SINTA : oh yes, I see
Thanks for your information

KARTIKA : you’re welcome

latihan soal chapter 9 : pemasaran, membangun hubungan dengan pelanggan-mengembangkan dan menentukan harga produk dan jasa

1. Sebutkan macam-macam dari pembauran pemasaran….
Jawab:
a) Produk, b) Harga, c) Tempat, d) Promosi

2. Sebutkan Macam dari konsep pemasaran adalah…
Jawab:
a) Orientasi Jasa, b) Orientasi Laba, c) Orientasi Pelanggan

3. Apa yang dimaksud dengan pemasaran?
Jawab:
Proses Perencanaan dan Pelaksanaan Konsep, Penelitian, harga, promosi, serta distribusi barang dan jasa untuk memfasilitasi pertukaranyang memenuhi objektif individual dan organisasial

4.  Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberasilan pemasaran!
Jawab:
a) Faktor Global
b) Faktor Teknologi
c) Faktor Sosiokultular
d) Faktor Ekonomi

5.  Pemasaran Massa adalah…
Jawab:
Mengembangkan Produk dan Promosi untuk menyenangkan banyak orang.

6. Apa saja tahap-tahap teoretis dari daur hidup produk?

jawab :
pengenalan,pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan.

7. Apa perbedaan kesetiaan merek dan kesadaran merek?
jawab :
Kesetiaan merek adalah tingkatan sampa dimana pelanggan merasa puas,menyukai merek tersebut, dan berkomitmen untuk melakukan pembelian lagi.

8. Apa saja yang menjadi tujuan dari penentuan harga?
jawab :
Tujuan termasuk mencapai laba sasaran, membangun arus lalu lintas barang, meningkatkan pangsa pasar ,menciptakan sebuah citra, dan mencapai tujuan-tujuan sosial.

9. Strategi apa saja yang dapat digunakan pemasar untuk menentukan harga sebuah produk?
jawab :
· Strategi harga skimming
· Strategi penetrasi
· Harga rendah setiap hari
· Strategi harga tinggi rendah
· Bundling
· Harga psikologis

10. Jelaskan yang dimaksud dengan harga berdasarkan persaingan?
jawab :
Harga berdasarkan persaingan adalah satu strategi penentuan harga berdasarkan atas apa yang dilakukan pesaing-pesaing lainnya. Harga dapat berada pada ,di atas, atau di bawah harga pesaing.

ulasan topik chapter 9 : PEMASARAN, MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN - MENGEMBANGKAN DAN MENENTUKAN HARGA PRODUK DAN JASA (MATERI KESEMBILAN)

Konsep utama dalam CRM adalah memanajemeni hubungan perusahaan dengan pelanggannya sehingga tercipta nilai tambah (Value Creation) bagi pelanggannya. Sasarannya bukanlah memaksimalkan penjualan dari suatu transaksi, tetapi lebih kepada membangun hubungan terus-menerus (berlanjut) dengan pelanggannya. Baik pembeli maupun penjual akan mau membangun hubungan yang terus menerus selama hubungan tersebut merupakan hubungan timbal balik yang yang memberikan nilai tambah bagi kedua pihak. Menurut ancangan ini, keunggulan kompetisi tidak semata-mata didasarkan atas kualitas produk, atau harga, tetapi juga atas kemampuan perusahaan untuk membantu pelanggannya menciptakan dan mengembangkan nilai tambah untuk mereka.

Dengan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, akan didapat banyak manfaat. Hal ini dikarenakan terjalinnya kepercayaan / trust dalam hubungan itu. Banyak urusan yang semula sulit akan menjadi terasa jauh lebih mudah. Rapat-rapat yang penuh perdebatan akan menjadi rapat yang sederhana dan penuh keyakinan. Tingkat kompetisi yang semula begitu keras pun akan dapat menjadi lebih mudah karena hubungan yang kuat tersebut.

Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi dan distribusi).

artikel chapter 9 : MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN - MENGEMBANGKAN DAN MENENTUKAN HARGA PRODUK DAN JASA (MATERI KESEMBILAN)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pengertian lain mengatakan bahwa ia adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan (call center), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan (field service).

Sasaran utama dari CRM adalah untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan (behavior) pelanggan. CRM bertujuan untuk menyediakan umpan balik yang lebih efektif dan integrasi yang lebih baik dengan pengendalian return on investment (ROI) di area ini.

Otomasi Tenaga Penjualan (Sales force automation/SFA), yang mulai tersedia pada pertengahan tahun 80-an adalah komponen pertama dari CRM. SFA membantu para sales representative untuk mengatur account dan track opportunities mereka, mengatur daftar kontak yang mereka miliki, mengatur jadwal kerja mereka, memberikan layanan training online yang dapat menjadi solusi untuk training jarak jauh, serta membangun dan mengawasi alur penjualan mereka, dan juga membantu mengoptimalkan penyampaian informasi dengan news sharing.SFA, pusat panggilan (bahasa inggris:call center) dan operasi lapangan otomatis ada dalam jalur yang sama dan masuk pasaran pada akhir tahun 90-an mulai bergabung dengan pasar menjadi CRM. Sama seperti ERP (bahasa Inggris:Enterprise Resource Planning), CRM adalah sistem yang sangat komprehensif dengan banyak sekali paket dan pilihan.

Merujuk kepada Glen Petersen, penulis buku “ROI: Building the CRM Business Case,” sistem CRM yang paling sukses ditemukan dalam organisasi yang menyesuaikan model bisnisnya untuk profitabilitas, bukan hanya merancang ulang sistem informasinya.

CRM mencakup metoda dan teknologi yang digunakan perusahaan untuk mengelola hubungan mereka dengan pelanggan. Informasi yang disimpan untuk setiap pelanggan dan calon pelanggan dianalisa dan digunakan untuk tujuan ini. Proses otomasi dalam CRM digunakan untuk menghasilkan personalisasi pemasaran otomatis berdasarkan informasi pelanggan yang tersimpan di dalam sistem.

Fungsi-fungsi dalam CRM

Sebuah sistem CRM harus bisa menjalankan fungsi:

  • Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
  • Mengusung falsafah customer-oriented (customer centric)
  • Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan
  • Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan
  • Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna
  • Menangani keluhan/komplain pelanggan
  • Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
  • Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan.

Mengimplementasikan CRM

Customer relationship management adalah strategi tingkat korporasi, yang berfokus pada pembangunan dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan. Beberapa paket perangkat lunak telah tersedia dengan pendekatan yang berbeda-beda terhadap CRM. Bagaimanapun, CRM bukanlah teknologi itu sendiri, tapi ia adalah pendekatan holistik terhadap falsafah organisasi, yang menekankan hubungan yang erat dengan pelanggan. CRM mengurus filosofi organisasi pada semua tingkatan, termasuk kebijakan dan proses, customer service, pelatihan pegawai, pemasaran, dana manajemen sistem dan informasi. Sistem CRM mengintegrasikan pemasaran, penjualan, dan customer service dari ujung ke ujung.

Salah satu keputusan yang sulit dihadapi suatu perusahaan adalah menetapkan harga. Meskipun cara penetapan harga yang dipakai sama bagi setiap perusahaan yaitu didasarkan pada biaya, persaingan, permintaan, dan laba. Tetapi kombinasi optimal dari faktor-faktor tersebut berbeda sesuai dengan sifat produk, pasarnya, dan tujuan perusahaan. Menurut Ricky W. dan Ronald J. Ebert mengemukakan bahwa: “Penetapan harga jual adalah proses penentuan apa yang akan diterima suatu perusahaan dalam penjualan produknya”.

Perusahaan melakukan penetapan harga dengan berbagai cara. Pada perusahaan-perusahaan kecil harga biasanya ditetapkan oleh manajemen puncak bukannya oleh bagian pemasaran. Sedangkan pada perusahaan-perusahaan besar penetapan harga biasanya ditangani oleh manajer divisi dan lini produk. Bahkan disini manajemen puncak juga menetapkan tujuan dan kebijakan umum penetapan harga serta memberikan persetujuan atas usulan harga dari manajemen dibawahnya.

Mulyadi dalam bukunya menyatakan bahwa: “Pada prinsipnya harga jual harus dapat menutupi biaya penuh ditambah dengan laba yang wajar. Harga jual sama dengan biaya produksi ditambah Mark-up.Selain itu Hansen & Mowen mengemukakan bahwa “Harga jual adalah jumlah moneter yang dibebankan oleh suatu unit usaha kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau diserahkan”.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa harga jual adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu barang atau jasa ditambah dengan persentase laba yang diinginkan perusahaan, karena itu untuk mencapai laba yang diinginkan oleh perusahaan salah satu cara yang dilakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang terjual. Harga yang tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk suatu barang, dan harga tersebut dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.Boyd, Walker, dan Laurreche dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran menyatakan bahwa:

“Ada sejumlah cara dalam menetapkan harga, tetapi cara apapun yang digunakan seharusnya memperhitungkan faktor-faktor situasional. Faktor-faktor itu meliputi:
1. Strategi perusahaan dan komponen-komponen lain didalam bauran pemasaran.
2. Perluasan produk sedemikian rupa sehingga produk dipandang berbeda dari produk-produk lain yang bersaing dalam mutu atau tingkat pelayanan konsumen.
3. Biaya dan harga pesaing.
4. Ketersediaan dan harga dari produk pengganti.

Menurut Philip Kotler dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran di Indonesia menyatakan bahwa: “Penetapan harga merupakan suatu masalah jika perusahaan akan menetapkan harga untuk pertama kalinya. Ini terjadi ketika perusahaan mengembangkan atau memperoleh produk baru, ketika akan memperkenalkan produknya ke saluran distribusi baru atau daerah baru, ketika akan melakukan penawaran atas suatu perjanjian kerja baru”

Definisi tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan harus memutuskan dimana ia akan menempatkan produknya berdasarkan mutu dan harga. Dalam beberapa pasar seperti pasar mobil, sebanyak delapan titik harga dapat ditemukan. Dipasar mobil Indonesia terdapat merek puncak (standar emas), contohnya Mercedez Benz dan Jaguar. Dibawahnya ada Merek mewah seperti BMW, Audi dll, Dibawahnya lagi ada merek yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus: Volvo (keamanan) dan Porche (kinerja tinggi). Di tengah-tengah terdapat sejumlah merek seperti Honda, Mitsubishi, Toyota. Satu tingkat dibawahnya adalah merek–merek yang terutama memberi manfaat fungsional seperti Suzuki. Dibawah Suzuki ada merek-merek lebih murah tapi juga memberikan kinerja memuaskan seperti Hyundai. Paling bawah adalah merek-merek yang daya tariknya hanya harga seperti Timor. menunjukkan bahwa kedelapan tingkat penempatan produk ini tidak bersaing satu sama lain, tetapi hanya bersaing dalam masing-masing kelompok. Namun dapat terjadi persaingan antara segmen-segmen harga dan mutu.

Menunjukan sembilan kemungkinan strategi harga-mutu. Strategi diagonal semuanya dapat bertahan pada pasar yang sama; yaitu satu perusahaan menawarkan produk bermutu tinggi pada harga tinggi, perusahaan lain menawarkan produk bermutu rendah pada harga rendah. Ketiga pesaing tersebut dapat hidup bersama selama pasar terdiri dari tiga kelompok pembeli, yaitu yang mementingkan mutu, harga, dan yang mementingkan keseimbangan antara keduanya.

Strategi penempatan 2, 3, dan 6 Menunjukan cara untuk menyerang posisi diagonal. Strategi 2 menyatakan, “ Produk kami memiliki mutu yang sama dengan produk 1 tetapi harga kami lebih rendah”. Strategi 3 menyatakan hal yang sama dan bahkan menawarkan penghematan yang lebih besar. Jika pelanggan yang mementingkan mutu mempercayai pasaing ini, mereka pasti akan membeli sari pesaing ini dan menghemat uang (kecuali jika produk 1 memiliki daya tarik prestise). Strategi ini harus dihindarkan oleh pemasar professional. Harga jual merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk, konsumen akan membeli suatu produk apabila ada keseimbangan antara alasan dalam menetapkan harga jual.

Sudarsono menyatakan bahwa “Dalam menetapkan harga jual perlu dipertimbangkan beberapa hal, antara lain: (a) harga pokok jual barang, (b) harga barang sejenis, (c) daya beli masyarakat, (d) jangka waktu perputaran modal, (e) peraturan-peraturan dan sebagainya”.

Faktor-faktor tersebut merupakan faktor-faktor objektif. Artinya pendapatan pribadi pengusaha atau pedagang tidak ikut berperan, atau kalau pun ada hanya kecil sekali. Faktor-faktor objektif ini kadang-kadang tidak cukup kuat untuk dipakai sebagai dasar penentuan harga, sehingga ada faktor-faktor pertimbangan subyektif.


latihan soal chapter 8 : memotivasi karyawan dan membangun tim yang mandiri


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

1. Apakah yang dimaksud dengan efek Hawthorne ?

Jawab :

Efek hawthorne adalah kecendurangan orang-orang untuk berperilaku secara berbeda ketika mereka tahu mereka sedang dipelajari

2. Sebutkan macam-macam kebutuhan yang termasuk dalam hierarki kebutuhan maslow !

Jawab :

a. Kebutuhan fisologis

b. Kebutuhan keselamatan

c. Kebutuhan sosial

d. Kebutuhan harga diri

e. Kebutuhan aktualisasi diri

3. Apakah yang dimaksud dengan motivator ?

Jawab :

Motivator adalah dalam teori faktor yang memotivai dari Herzberg, faktor-faktor pekerjaan yang membuat para karyawan menjadi produktif dan yang member mereka kepuasaan

4. Apakah yang dimaksud dengan faktor higiene ?

Jawab :

Faktor higiene adalah dalam teori faktor yang memotivasi dari herzbergh, faktor-faktor pekerjaan yang dapat menyebabkan ketidak puasaan apabila tidak ada, tetapi yang tidak selalu memotivasi para karyawan bila ditingkatkan

5. Apakah yangdimaksud dengan pengayaan pekerjaan ?
jawab :
pengayaan pekerjaan adalah strategi motivasional yang menekankan pemotivasian pekerja melalui pekerjaan itu sendiri

6. Sebutkan 5 karakterisktik pekerjaan yang mempengaruhi motivasi dan kinerja individual !

Jawab :

1. Variasi ketrampilan

2. Identitas tugas

3. Arti tugas

4. Otonomi

5. Umpan balik

7. Apakah yang dimaksud dengan pembesaran pekerjaan ?

Jawab :
pembesaran pekerjaan adalah strategi pengayaan pekerjaan yang melibatkan pengombinasian serangkaian tugas ke dalam satu tugas yang menantang dan menarik

8. Apakah yang dimaksud dengan rotasi pekerjaan ?
jawab :

Rotasi pekerjaan adalah strategi pengayaan pekerjaan yang melibatkan pemindahan karyawan dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain

9. Apakah yang dimaksud dengan teori penguatan ?

Jawab :

Teori penguatan adalah teori bahwa penguat yang positif dan negative memotivasi seseorang untuk berperilaku dalam cara-cara tertentu

10. Apakah yang dimaksud dengan teori keadilan ?

Jawab :

Teori keadilan adalah pemikiran bahwa karyawan berusaha untuk mempertahankan keadilan antara masukan dan hasil bila dibandingkan dengan orang lain dalam posisi yang sama

artikel chapter 8 : Memotivasi Karyawan dan Membangun Tim yang Mandiri


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Manajemen

Teori Maslow dalam Peningkatan Motivasi Karyawan

EKONOMI - MANAJEMEN

AddThis Social Bookmark Button

Teori Maslow dalam Peningkatan Motivasi KaryawanSuatu kali saya pernah merekrut seorang yang baru saja lulus dari perguruan tinggi untuk menjadi salah satu anak buah saya. “Fresh graduate” demikian biasa orang menyebutnya. Tidak memiliki pengalaman kerja dan pengetahuan yang minim tentang perusahaan tempat saya bekerja ini. Kira-kira dibutuhkan 6 bulan lebih untuk ia benar-benar dapat menguasai pekerjaannya dengan baik.

Setelah 6 bulan ia sudah dapat mengerti akan job descriptionnya serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. Ia termasuk karyawan yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Setelah hampir 2 tahun ia bekerja kemudian ia mengundurkan diri karena keinginannya untuk melanjutkan kuliahnya.

Sebagai penggantinya, maka seorang karyawan yang sudah empat tahun bekerja dirotasi ke dalam tim saya. Mengingat pengalaman kerjanya yang sudah empat tahun, saya merasa tenang. Saya beranggapan bahwa ia pasti dapat beradaptasi dengan baik oleh karena sudah sangat mengenal perusahaan ini dan segala peraturan yang berlaku dengan baik.

Namun kenyataannya berbeda, hingga enam bulan pertama, ia belum juga dapat menguasai job descriptionnya dengan sempurna. Ia sering melakukan kesalahan dan sangat lamban dalam menyelesaikan pekerjaan. Seakan-akan ia tidak memiliki sesuatu yang dapat men-drive ia bekerja. Terkadang saya menjadi bingung sendiri akan apa dan bagaimana cara ia menyelesaikan pekerjaannya. Lebih dari satu tahun ia menjadi anggota tim saya kemudian ia kembali dirotasi ke area yang lain.

Demikianlah sering kita dengar orang berpendapat bahwa lebih baik memiliki satu orang karyawan tanpa pengalaman namun memiliki motivasi yang jelas dari pada memiliki satu orang karyawan berpengalaman tanpa motivasi. Mengapa demikian? Hal ini tentu disebabkan oleh karena adanya kaitan yang erat antara motivasi dan pencapaian tujuan.Secara umum, motivasi dapat diartikan sebagai suatu kekuatan yang dapat mendorong manusia untuk mencapai tujuannya. Adapun tujuan yang dimiliki manusia pada dasarnya adalah meminimalkan  “penderitaan” dan memaksimalkan “kesenangan”.

Seorang karyawan yang memiliki motivasi akan bekerja dengan segenap hati untuk mencapai tujuannya. Katakanlah tujuan yang dimilikinya adalah mendapatkan penghargaan dari atasan guna mencapai karir yang lebih tinggi. Maka ia akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya secara sempurna sehingga si atasan dapat melihat bahwa ia memiliki kapasitas untuk dipercayakan tanggung jawab yang lebih. Di sisi yang lain, seorang karyawan yang memiliki motivasi kerja untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman, juga akan bekerja dengan segenap hati untuk memperoleh ilmu serta pengalaman yang sebanyak-banyaknya.

Berbeda dengan seorang karyawan yang tidak memiliki motivasi apapun, maka ia tidak akan mengejar apa-apa dan tidak akan memiliki target apapun sehingga pekerjaan pun tidak akan selesai dengan maksimal dan dengan waktu yang singkat. Hal ini tentu akan sangat merugikan sipemberi kerja.

Teori Motivasi Abraham Maslow

Abraham Maslow (1943-1970) dalam teorinya menjelaskan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok yang dapat digambarkan sebagai 5 tingkatan dalam bentuk pyramid yang dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow. Kebutuhan ini dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai kebutuhan psikologis yang lebih kompleks. Kebutuhan yang lebih kompleks akan muncul dengan sendirinya setelah kebutuhan yang lebih dasar terpenuhi baik secara penuh maupun secara sebagian.

1.   Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
2.   Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
3.   Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
4.   Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)5.    Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)

Berangkat dari Teori Maslow

Seperti yang sudah dijabarkan di atas bahwa memiliki motivasi adalah salah satu hal kunci dalam kesuksesan pencapaian tujuan maka dengan demikian pihak pemberi kerja sangat dirasa perlu untuk meningkatkan motivasi dari karyawan. Salah satunya pemberi kerja dapat berangkat dari teori Maslow di atas.

1. Pemenuhan kebutuhan fisiologis.Oleh karena setiap karyawan memiliki kebutuhan fisiologis maka pihak manajemen perlu memperhatikan pemberian penghasilan bagi setiap karyawan. Perhatikan agar tidak ada keterlambatan serta pengurangan-pengurangan yang tidak perlu.

2. Pemenuhan kebutuhan akan rasa aman.Beberapa contoh hal yang membuat karyawan merasa aman adalah ketika ia memiliki jaminan akan kesehatan baik atas dirinya maupun keluarganya, jaminan atas keselamatan atau jaminan atas hari tua. Hal ini juga akan memotivasi karyawan untuk tetap bekerja pada pemberi kerja yang memberi jaminan tersebut.

3. Pemenuhan kebutuhan akan rasa diterima.Rasa diterima dapat ditimbulkan dengan tidak adanya gap yang terlalu jauh antara atasan dan bawahan. Adanya gap yang jauh akan menimbulkan rasa tidak nyaman dalam kerjasama pekerjaan. Seseorang bisa saja mencoba bertahan dalam suatu lingkungan yang kurang nyaman ketika ia membutuhkan penghasilan. Namun begitu hal tersebut terpenuhi maka ia pun akan mencari tempat di mana ia dapat merasa nyaman.

4. Pemenuhan kebutuhan akan penghargaanWalau bagaimana pun setiap orang menginginkan pengakuan atas setiap hasil kerjanya. Hal ini dapat diberikan dalam bentuk pemberian kompensasi atas segala hasil usaha dan prestasi yang diberikan. Buatlah suatu penilaian yang terstruktur. Misalnya, bila seorang karyawan dinilai sempurna dalam prestasi kerjanya, maka untuk tahun berikutnya ia akan memperoleh kenaikan gaji 15%. Sedangkan karyawan dengan nilai prestasi sangat baik akan mendapatkan kenaikan gaji 10% dan seterusnya. Oleh karena kebutuhan fisiologis yang terus meningkat, maka karyawan akan berusaha untuk mendapatkan penghasilan yang semakin tinggi.

5. Pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri.Ini merupakan tingkat yang kebutuhan yang tertinggi dari teori Maslow. Ketika seseorang telah tercukupi dalam ke-4 kebutuhan di atas maka ia pun akan membutuhkan aktualiasi diri dimana ia diakui sebagai seseorang yang memiliki kontribusi penting atas sebuah perusahaan.

Mulailah melakukan analisa atas tiap-tiap karyawan dari berbagai level dan lakukanlah identifikasi akan hal-hal yang dapat meningkatkan motivasi karyawan. Peningkatan motivasi karyawan akan berbanding lurus dengan peningkatan keberhasilan perusahaan yang tentunya akan diikuti juga dengan peningkatan penghasilan perusahaan. (RB/IC/vbm

Ruth Berliana

vibiznews.com

ulasan topik chapter 7: Memproduksi Barang dan Jasa Kelas Dunia

Produksi adalah pembuatan barang dan jasa dengan menggunakan faktor-faktor produksi : tanah, tenaga kerja, modal, kewirausahaan, pengetahuan.

manajemen produksi (production management) adalah istilah yangdigunakan untuk mendeskripsikan semua aktivitas yang dilakukan manajer untuk membantu perusahaan mereka menghasilkan barang.

manajemen operasi adalah (operationts management) adalah area khusus di dalam manajemen yang mengubah atau mentransformasi sumber (termasuk sumber manusia) menjadi barang dan jasa

form utility adalah nilai yang ditambahkan dengan pembuatan produk dan jasa yang sudah jadi, seperti nilai yang ditambahkan dengan penggunaan silikon dan pembuatan chip kompuer atau penggabungan layanan untuk menciptakan paket liburan

lokasi fasilitas adalah proses pemilihan lokasi geografis untuk operasi perusahaan.

tata ruang fasilitas adalah susunan fisik sumber (termasuk orang-orang)dalam proses produksi.

perencanaan persyaratan bahan (materials requirement planning-MRP) adalah sistem manajemen produksi yang menggunakan ramalan penjualan untuk memastikan bahwa bagian-bagian dan bahan-bahan yang dibutuhkan tersedia pada waktu dan tempat yang tepat.

ISO 9000 adalah nama umum yang diberikan untuk manajemen yang berkualitas dan standar yang terjamin

ISO 14000 adalah kumpulan praktik terbaik untuk mengelola pengaruh organisasi terhadap lingkungan.

soal dan jawaban chapter 7 : Memproduksi Barang dan Jasa Kelas Dunia


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

1. Pengertian dari produksi adalah….

Jawab:

Produksi adalah pembuatan barang dan jasa dengan menggunakan faktor-faktor produksi:tanah,tenaga kerja,modal,kewirausahaan dan pengetahuan.

2. Apa yang dimaksud dengan manajemen operasi ?

Jawab :

Manajemen operasi adalah area dalam manajemen yang mengubah atau mentransformasi sumber ( termasuk sumber manusia ) menjadi barang dan jasa

3. Sebutkan dua macam proses produksi ?

Jawab :

Proses produksi yang berkelanjutan dan proses produksi sebentar – sebentar

4. Yang dimaksud dengan Manufaktur Proses adalah…

Jawab :

Manufaktur Proses adalah secara fisik dan kimiawi mengubah bahan

5. Masalah yang di timbulkan dari Kontrol Kualitas adalah..

Jawab :

a. Ada kebutuhan untuk menginspeksi pekerjaan orang lain.

b.Apabila ditmukan kesalahan,seseorang harus membetulkan kesalahan atau membatalkan produk tersebut.

c. Apabila pelanggan menemukan kesalahan,ia dapat merasa tidak puas dan bahkan dapat membeli dari orang lain setelahnya.

6. Apa itu manufaktur yang fleksibel?

Jawab :

Manufaktur yang fleksibel melibatkan mesin untuk memproduksi berbagai produk

7. Jenis perusahaan apa yang menggunakan manajer operasi ?

Jawab :

Perusahaan baik dalam sektor manufaktur maupun sektor jasa

8. Proses Produksi terdiri atas…

Jawab:

a. Penggunaan faktor produksi

b. Penggunaan Masukan untuk memproduksi

9. Apa pengertian dari Form Utility ?

Jawab :

From Utillity adalah nilai yang ditambahkan dengan pembuatan barang dan jasa yang sudah jadi.

10. Apa itu tata ruang fasilitas ?

Jawab :

Tata ruang fasilitas adalah susunan fisik sumber dalam proses produksi

artikel chapter 7 : Memproduksi Barang dan Jasa Kelas Dunia

KEGIATAN PRODUKSI BARANG DAN JASA

Bagi orang awam, yang dimaksud dengan kegiatan produksi adalah kegiatan untuk menghasilkan barang. Misalnya, kegiatan membuat kursi, membuat baju, atau merakit mobil. Pengertian tersebut sebenarnya tidak salah, hanya saja kurang lengkap. Selain menghasilkan barang atau jasa, kegiatan produksi juga harus menambah manfaat atau nilai guna suatu barang dan jasa. Dengan demikian, produksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang atau lembaga untuk menghasilkan atau menambah manfaat (nilai guna) suatu barang dan jasa. Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen. Untuk mendapatkan definisi produksi yang lebih lengkap, hal-hal berikut perlu diperhatikan.

- Kegiatan produksi dilakukan oleh perusahaan.
- Tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba.
- Perusahaan mengombinasikan seluruh sumber daya ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa.
- Barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa produksi adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh laba dengan mengombinasi seluruh sumber daya ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Dari definisi tersebut, kita tahu bahwa tujuan perusahaan menghasilkan barang atau jasa adalah untuk memperoleh laba. Barang atau jasa tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kalau barang atau jasa yang dihasilkan tidak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, kegiatan tersebut tidak dapat digolongkan ke dalam kegiatan produksi.

Dalam melakukan kegiatan produksi, produsen berusaha menciptakan manfaat atau nilai guna suatu barang atau jasa, atau, sekurang-kurangnya menambah manfaat atau nilai guna barang atau jasa tersebut.

Untuk lebih jelasnya, misalkan kamu menggunting kain tanpa pola dan aturan. Kemudian, kain tersebut kamu jahit. Karena guntingannya tidak berpola, maka kain yang sudah digunting dan dijahit tersebut tidak bisa digunakan. Karena tidak bisa dimanfaatkan, maka tidak ada pula orang yang mau memakai, apalagi membelinya. Dengan demikian, kegiatanmu menggunting dan menjahit kain tadi tidak dapat dikatakan sebagai kegiatan produksi. Mengapa? Sebab kegiatan tadi tidak menciptakan atau menambah nilai guna. Namun, kalau kain tadi digunting dan dijahit sesuai pola dan aturan, maka akan dihasilkan baju atau celana yang bisa dipakai. Dengan demikian, kegiatan menggunting dan menjahit pakaian tersebut bisa disebut sebagai suatu kegiatan produksi.

Perhatikanlah apa yang dilakukan oleh petani! Misalnya petani cabai. la menanam bibit cabai, kemudian memupuk dan menyiraminya. Setelah cabai berbuah barulah dipanen. Bibit cabai saja tidak ada gunanya, tetapi setelah jadi buah, cabai bisa digunakan sebagai bumbu masakan. Dengan demikian, petani cabai sudah menciptakan nilai guna dari bibit cabai itu. Bibit cabai yang pada awalnya tidak ada gunanya menjadi buah cabai yang bisa digunakan sebagai bumbu masakan.

Perhatikan pula pekerjaan yang dilakukan oleh tukang kayu! la menggunakan kayu untuk diolah menjadi kursi dan meja. Kamu tahu bahwa kayu saja tidak banyak mendukung kegiatan kita. Namun, setelah menjadi meja dan kursi, kayu tersebut bisa dipakai untuk berbagai kegiatan, misalnya untuk makan, bekerja, atau belajar. Dengan demikian, tukang perabot telah menambah nilai guna kayu yang tadinya kurang banyak manfaatnya menjadi kursi dan meja yang bisa dipakai untuk berbagai kegiatan.

Dari contoh tersebut, jelaslah bahwa tujuan akhir dari kegiatan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai konsumen. Agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen, perusahaan sebagai produsen harus bisa menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang dan jasa.

Kegunaan, manfaat, atau nilai guna suatu barang dan jasa adalah kepuasan yang diperoleh dari mengonsumsi suatu barang atau jasa tertentu. Nilai guna dari suatu barang atau jasa bisa diperoleh dari bentuk (form utility), tempat (place utility), dan waktu (time utility).

Nilai guna bentuk diperoleh karena mengubah bentuk suatu barang menjadi barang lain yang lebih tinggi nilai gunanya. Misalnya, kayu gelondongan yang tidak banyak manfaatnya, diubah bentuknya menjadi kursi atau meja. Kursi atau meja itu, tentu lebih banyak manfaat atau nilai gunanya.

Nilai guna tempat diperoleh karena memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lain. Misalnya, pasir atau kerikil jika masih berada di sungai tidak banyak manfaatnya. Jika dipindahkan ke kota dan dijual di toko bahan bangunan, pasir tersebut baru ada gunanya, yaitu sebagai bahan untuk membuat bangunan.

Nilai guna waktu diperoleh karena menggunakan suatu barang di waktu-waktu tertentu. Misalnya, ketupat lebih tinggi nilai gunanya jika disajikan pada saat Lebaran. Terompet lebih tinggi nilai gunanya jika dibunyikan pada saat menjelang tahun baru.

Sumber : http://artikelterbaru.com/ekonomi/kegiatan-produksi-barang-dan-jasa-20112756.html

« Previous PageNext Page »